Ada dunia baru yang kuciptakan saat jemariku mulai menorehkan kata ...
Kamis, 24 Mei 2012
Dancing In The Rain
Bersamamu kuhabiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi
janganlah berganti
janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Ipank – Sahabat Kecil
—
Aku masih mengingat hari itu. Hari Minggu yang sangat membahagiakan. Dimana kalian mengajakku yang sedang galau untuk bermain dan menghabiskan waktu bersama. Hari dimana aku mengklaim dalam hati bahwa kalian adalah milikku. Kamu, dia, dan aku. Kita.
Hari itu kita masih sangat unyu, bukan? Dimana masing-masing dari kita masih memikirkan masalah ‘teman hati’. Kamu dengan diamu, dia dengan wanitanya, dan aku dengan lelakiku. Masalah yang sangat klise. Tapi tahukah kalian? Aku sangat bersyukur akan masalah-masalah kecil itu karena dari sanalah aku bisa bertemu kalian. Dan dari sana pula aku bisa membuka mata bahwa SAHABAT itu bukan hanya sebuah TEORI.
Hari itu banyak cerita yang terbagi. Banyak tawa yang menggelegar, banyak hal-hal konyol yang kita lakukan. Dia dengan kekonyolannya sukses membuat bibir kita tak bisa mengatup. Aku dan semua ceritaku selalu membuat kalian memeras otak untuk memberikan solusi pasti. Kamu bersama tawamu yang selalu bisa memberi kocokan hebat diperut kami.
Siang itu mendung. Seperti biasa aku dan kamu memintanya untuk meramalkan seberapa lama hujan saat ini. Dia bilang “Deras tapi cuma bentar,” kita berdua tertawa. Mengejek jawaban yang sebenarnya selalu benar. Kita tahu itu. Dia, anak pecinta alam itu selalu saja benar.
Gerimis mulai turun dan kita masih saja tidak menghiraukannya. Kita masih saja sibuk dengan kita.
Sibuk dengan Chemi dan Mimi. Sibuk dengan ulat bulu yang dia temukan disemak-semak depan sekolah. Aku dan kamu juga masih sibuk mendengar setiap kata yang keluar dari bibir lelaki gila itu!
Sampai akhirnya hujan benar-benar turun. Deras. Lebat. Kita sibuk menyelamatkan barang-barang yang kita bawa. “Aku, lho, pingin hujan-hujanan. Hujan-hujanan, yok!” celotehmu seketika. Aku menyetujuinya, begitu juga dia yang sontak berkata “Ayo, sudah lama gak main hujan,”
Dia berlari meninggalkan kita yang menyusul dobelakangnya, menyeberangi jalanan besar didepan sekolah menuju sebuah taman kecil yang disebut Tugu. Sesampainya disana kita menari, tertawa, saling berteriak. Menikmati guyuran shower alam yang kita tahu gak akan lama. Tahukah kalian? Saat itu adalah kali pertama aku bermain hujan bersama teman-temanku.
Melihat kalian menari dan tertawa membuatku menyadari satu hal. Bahwa kalian adalah milikku. Dua orang yang takkan pernah bisa aku temukan ditempat lain. Kalian LIMITED EDITION!
—
Hari ini, aku merindukan saat-saat itu. Hari-hari itu. Aku merindukan senja yang seperti saat itu. Aku rindu perbincangan-perbincangan seperti hari-hari itu. Aku kangen tingkah konyolnya dan tawamu. Aku merindukan kalian!
Ada beberapa orang yang sampai saat ini ada dihatiku dan kusayangi. Dan salah duanya adalah KAMU dan DIA!
With love
Kajol
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar